Home » » Kiprah Radio Dunia Bokashi Raya FM

Kiprah Radio Dunia Bokashi Raya FM

Membidik Masyarakat Klungkung Secara Produktif
OLEH: PAK OLES
Pendirian stasiun Radio Dunia Bokashi Raya 100,5 FM di Kabupaten Klungkung awal 2007 diwarnai kerja keras selama enam bulan. Kerja keras tersebut memberikan hasil yang gemilang, karena didukung oleh Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Klungkung untuk bersama-sama bersatu padu membangun daerah dan masyarakat melalui pemberdayaan informasi media radio dari, oleh dan untuk masyarakat Kabupaten Klungkung.
Media radio memiliki segmen pendengar yang sangat spesifik. Mereka sangat akrab dengan acara dan penyiarnya. Media radio memiliki segmen pendengar lokal, yang menyukai informasi ringan dan hiburan sebagai teman setia mendampingi pendengar dalam melakukan berbagai aktifitas kehidupan. Sebagai teman, media radio adalah teman yang sangat setia, teman yang sangat sabar dan sangat penuh pengertian bagi pendengarnya. Dia tidak pernah menangis atau marah jika ditinggal pendengarnya, dia juga selalu menyambut gembira bila bersua, selalu merayu, untuk memantapkan dan menyejukkan hati pendengarnya kapanpun dan dimanapun setiap hari. Karena melalui ucapan yangs menggembirakan hati masyarakat, kita telah bersama-sama membangun masyarakat yang sehat, produktif, rukun dan sejahtera.
Pembangunan di Propinsi Bali terlihat tidak merata di antara beberapa daerah kabupaten. Pembangunan di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar demikian pesat meninggalkan kabupaten lainnya. Hal ini terjadi karena kebijakan pemerintah yang masih menitik beratkan pembangunan infrastruktur dan menejemen yang tersentralisasi di Kota Denpasar dan kabupaten Badung. Hal ini juga didukung oleh focus pemerintah dalam mengembangkan pariwisata dan infrastruktur pariwisata, perdagangan dan pendidikan di kedua daerah tersebut. Dalam waktu dua puluh lima tahun sejak tahun 1980-an, kebijakan tersebut memberikan dampak yang sangat luas di masyarakat, yaitu semakin beratnya beban sosial, ekonomi dan lingkungan yang harus ditanggung oleh masyarakat, yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemiskinan masyarakat di daerah perkotaan. Kemiskinan tersebut terjadi karena biaya hidup yang tinggi dan beban sosial, beban kesehatan, beban transportasi dan akomodasi yang sangat tinggi yang harus ditanggung oleh masyarakat itu sendiri.
Di lain pihak, kesempatan lapangan kerja di tujuh kabupaten lainnya masih sangat rendah, karena pembangunan infrastruktur dan investasi yang masih lamban. Dengan demikian, dalam kurun waktu dua puluh lima tahun, sejak tahun 1980-an, pembangunan masyarakat Bali mengalami kesenjangan yang cukup signifikan antara Kabupaten Badung dan Kota Denpasar dengan tujuh kabupaten lainnya. Dalam era otonomi daerah, inilah tugas yang cukup berat yang harus ditangani serius oleh seluruh pemerintah daerah untuk bersatu padu membangun masing-masing daerahnya dengan keberanian, kreativitas dan menejemen yang lebih baik, dengan segala potensi masyarakat dan daerah yang dimilikinya, sehingga mampu mengantarkan masyarakatnya menjadi masyarakat yang lebih adil, lebih makmur, dan lebih sejahtera.
Pembangunan yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan adalah pembangunan infrastruktur (mencakup transportasi, fasilitas umum dan fasilitas lainnya yang mendukung pertumbuhan ekonomi), pembangunan investasi yang didukung oleh sector pemerintah dan swasta untuk meningkatkan pertumbuhan aktivitas ekonomi di sector produksi dan pemasaran, serta pembangunan informasi yang mendukung produk barang dan jasa sampai terdistribusi dengan baik ke tangan konsumen. Pembangunan infrastruktur, investasi dan informasi hendaknya berjalan saling mendukung guna terciptanya pembangunan ekonomi yang mantap, sehingga terciptalah berbagai jenis lapangan pekerjaan yang mendukung kesejahteraan masyarakat.
Thanks for reading Kiprah Radio Dunia Bokashi Raya FM

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar