Home » » Batik Jatim Tidak Terikat Pakem Tertentu

Batik Jatim Tidak Terikat Pakem Tertentu

OLEH: WURI WIGUNANINGSIH
Setiap daerah pasti mempunyai kain tradisional yang menjadi ciri khasnya. Sebut saja kain batik yang menjadi kain tradisional khas masyarakat Jawa. Masing-masing daerah mempunyai ciri khas motif batiknya. Mulai Jawa Barat, Jawa Tengah maupun Jawa Timur. Sesuai dengan karakter masyarakatnya, batik Jawa Tengah mempunyai ciri khas pakem dan bermakna simbol di setiap goresannya. Tapi berbeda dengan batik Jawa Timur yang terkesan bebas, tidak terikat pada pakem dan banyak bermain pada warna.
Karena itulah, batik di Jawa Timur banyak yang dimodifikasi. Batik Jawa Timur lebih sering disebut batik pesisir. Gambar yang dituangkan dalam kain mori tidak banyak mengandung makna simbol. Biasanya, yang digambarkan adalah tanaman, hewan atau segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Salah satu contoh batik Jawa Timur yang telah dimodifikasi adalah batik Sawunggaling Surabaya, milik Hj Putu Sulistiani Prabowo.
Dia membuat batik terinspirasi oleh cerita Sawunggaling yang selalu membawa ayam jago dan selalu menang bila bertanding. Goresan batiknya dikombinasi dengan tanaman semanggi yang menjadi ciri khas makanan masyarakat Surabaya. Warnanya juga disesuaikan dengan selera pasar. Saat ini, batik Sawunggaling ciptaan Putu Sulistiani ini telah menjadi ciri khas batik Surabaya. Meskipun ia sendiri bukan orang Surabaya.
Batik modifikasi lainnya adalah milik Paina Hartono, pengrajin batik tulis dari kecamatan Tulangan, Sidoarjo. “Saya menerima semua jenis motif batik. Mulai dari bunganya yang merunduk, tegak atau yang diberi nama juga bisa. Saya tidak terikat pakem motif batik harus begini atau begitu. Yang saya pegang, satu desain saya hanya dipakai maksimal untuk dua kain,” katanya.
Ragam hiasan batik Jawa Timur bersifat naturalis dan dipengaruhi berbagai kebudayaan asing sangat kuat. Warna-warna yang dipakai tampak lebih cerah. Di Jatim sendiri sebenarnya pengrajin batik tersebar merata. Hanya saja ada lima wilayah di mana perajin batik lebih banyak ditemukan. Yakni di Madura, Tuban, Sidoarjo, Tulungagung dan Banyuwangi. Ciri khas batik Jatim adalah pengerjaannya yang manual. Tidak ada batik Jatim yang diproduksi menggunakan cap.
(Ket. foto: Seorang pegrajin batik sedang membuat batik sawunggaling khas Surabaya)
Thanks for reading Batik Jatim Tidak Terikat Pakem Tertentu

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar