OLEH: WURI WIGUNANINGSIH
SIFAT masyarakat yang konsumtif, ternyata membawa angin segar bagi para pengusaha yang kreatif. Antara lain, bisnis jual beli HP dan kartu seluler. Seperti jamur yang tumbuh di musim hujan, bisnis alat komunikasi beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan yang cukup pesat.
Jual beli seluler, tidak hanya dilakukan di mall, tapi juga di pinggiran jalan. Supaya bersaing di tengah pertarungan bisnis seluler, sistem kredit menjadi salah satu senjata andalan. “Sudah tiga tahun terakhir saya menjalankan usaha jual beli HP dan aksesorisnya. Ya mulai kartunya, pulsa isi ulang samp
ai aksesoris HP. Kalau dihitung-hitung sih, keuntungan sesungguhnya banyak didapat dari penjualan pulsa isi ulang. Terlebih pulsa yang nominalnya kecil. Maklum saja, counter saya ini kan dekat sekolah. Sedangkan untuk keuntungan penjualan HP, sesungguhnya besar. Tapi tidak bisa tiap hari,” kata Jati, salah seorang pemilik counter HP di Surabaya.
Sedangkan alasan ia membuka conter HP adalah minat masyarakat untuk membeli HP sangat besar. Bahkan banyak dari mereka yang membeli bukan karena kebutuhan, tapi karena gengsi. Sehingga seperti layaknya tren model baju atau sepatu, masyarakat juga akan memburu HP tipe terbaru. Berapapun harganya, mereka pasti akan berusaha membelinya. Keinginan untuk membeli HP tipe terbaru inilah yang mengilhami pebisnis jual beli HP untuk menjual secara kredit. Maklum saja, banyak dari masyarakat kita yang secara ekonomi sesungguhnya kurang mampu membeli. Tapi demi gensi, apapun akan dilakukan hanya untuk mendapatkan sebuah barang tersebut.
Seperti diungkapkan Bambang, pemilik sekaligus pengelola Chanel 29 Cellular yang membuka stand di Marina Plaza. Menurutnya, ia memasok HP dan perlengkapannya ke beberapa counter kecil. Menurut pengakuannya, banyak dari mereka yang menjual kembali dengan cara kredit. Terutama HP keluaran terbaru. Karena tergolong distributor HP, dalam sehari bisa 10 HP terjual. Tentunya dengan berbagai macam harga. Ia akan mengirim barang yang dibutuhkan, bila sudah pasti ada yang membeli. Dengan demikian barang di counternya tidak akan menumpuk.
Bambang optimis bisnis yang dijalaninya akan berkembang terus. Terlebih karakter masyarakat Indonesia yang sangat konsumtif. Tergantung pada para pebisnisnya untuk mecari celah. Bagaimana promosi yang bagus, sehingga mampu menarik konsumen sebanyak-banyaknya. Dapat dipastikan, jika promosi dan marketing yang bagus, semahal apapun sebuah produk pasti akan laku terjual.
SIFAT masyarakat yang konsumtif, ternyata membawa angin segar bagi para pengusaha yang kreatif. Antara lain, bisnis jual beli HP dan kartu seluler. Seperti jamur yang tumbuh di musim hujan, bisnis alat komunikasi beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan yang cukup pesat.
Jual beli seluler, tidak hanya dilakukan di mall, tapi juga di pinggiran jalan. Supaya bersaing di tengah pertarungan bisnis seluler, sistem kredit menjadi salah satu senjata andalan. “Sudah tiga tahun terakhir saya menjalankan usaha jual beli HP dan aksesorisnya. Ya mulai kartunya, pulsa isi ulang samp
ai aksesoris HP. Kalau dihitung-hitung sih, keuntungan sesungguhnya banyak didapat dari penjualan pulsa isi ulang. Terlebih pulsa yang nominalnya kecil. Maklum saja, counter saya ini kan dekat sekolah. Sedangkan untuk keuntungan penjualan HP, sesungguhnya besar. Tapi tidak bisa tiap hari,” kata Jati, salah seorang pemilik counter HP di Surabaya.Sedangkan alasan ia membuka conter HP adalah minat masyarakat untuk membeli HP sangat besar. Bahkan banyak dari mereka yang membeli bukan karena kebutuhan, tapi karena gengsi. Sehingga seperti layaknya tren model baju atau sepatu, masyarakat juga akan memburu HP tipe terbaru. Berapapun harganya, mereka pasti akan berusaha membelinya. Keinginan untuk membeli HP tipe terbaru inilah yang mengilhami pebisnis jual beli HP untuk menjual secara kredit. Maklum saja, banyak dari masyarakat kita yang secara ekonomi sesungguhnya kurang mampu membeli. Tapi demi gensi, apapun akan dilakukan hanya untuk mendapatkan sebuah barang tersebut.
Seperti diungkapkan Bambang, pemilik sekaligus pengelola Chanel 29 Cellular yang membuka stand di Marina Plaza. Menurutnya, ia memasok HP dan perlengkapannya ke beberapa counter kecil. Menurut pengakuannya, banyak dari mereka yang menjual kembali dengan cara kredit. Terutama HP keluaran terbaru. Karena tergolong distributor HP, dalam sehari bisa 10 HP terjual. Tentunya dengan berbagai macam harga. Ia akan mengirim barang yang dibutuhkan, bila sudah pasti ada yang membeli. Dengan demikian barang di counternya tidak akan menumpuk.
Bambang optimis bisnis yang dijalaninya akan berkembang terus. Terlebih karakter masyarakat Indonesia yang sangat konsumtif. Tergantung pada para pebisnisnya untuk mecari celah. Bagaimana promosi yang bagus, sehingga mampu menarik konsumen sebanyak-banyaknya. Dapat dipastikan, jika promosi dan marketing yang bagus, semahal apapun sebuah produk pasti akan laku terjual.


0 komentar:
Posting Komentar