OLEH: WURI WIGUNANINGSIH
Salah satu lembaga sosial swasta yang turun langsung membantu korban di lapangan adalah Bulan Sabit Merah cabang Surabaya. Lembaga sosial yang telah memiliki 59 cabang di Indonesia ini menyesalkan kurangnya koordinasi yang dilakukan pemerintah dan lembaga-lembaga sosial lain di lapangan. Sehingga mengakibatkan bantuan tidak tersalurkan merata pada yang membutuhkan.
“Tugas pemerintah adalah sebagai motor penggerak di depan dan bertugas mengkoordinasi bantuan di lapangan. Tapi kenyataannya, koordinasi itu sangat kurang sekali. Akibatnya, kita bergerak sendiri-sendiri. Hal inilah yang mengakibatkan tidak meratanya bantuan kepada para korban. Jangankan untuk selalu berkoordinasi, duduk satu meja untuk membahas wilayah-wilayah mana yang terlebih dahulu mendapat bantuan saja tidak pernah ada. Tapi kita berharap, dengan seringnya terjadi bencana, pemerintah harus lebih banyak berkoordinasi dan mempunyai perencanaan yang tepat pada para korban,” kata ketua Bulan Sabit Merah cabang Surabaya, dr Arif Basuki SpAn.
Selain menyalurkan bantuan dari donator kepada korban bencana, lembaga ini juga menurunkan relawan di lapangan. Pemberdayaan SDM rutin dilakukan oleh lembaga sosial yang didirikan di Surabaya April 2003 lalu ini. Di antaranya dengan memberikan pelatihan-pelatihan pada anggota yang bersedia menjadi relawan.
Pengabdian lain di bidang kesehatan juga diberikan lembaga ini dalam bentuk memberi pelayanan kesehatan pada masyarakat miskin di Indonesia. Wujud pengabdian tersebut dengan mendirikan poliklinik bagi para pemulung dan masyrakat miskin. Tidak hanya itu, penyuluhan juga sering dilakukan untuk mengubah pola hidup dan prilakunya supaya lebih sehat. Karena masyarakat yang sehat akan tercipta bila mempunyai pola hidup dan prilaku yang sehat. Lembaga ini fokus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Anggotanya kebanyakan juga berasal dari para medis. Mulai dokter, perawat sampai mahasiswa kedokteran. Selain konsen membantu di tempat-tempat bencana, secara rutin lembaga ini memberikan pelayanan kesehatan secara gratis pada masyrakat. Di antaranya sunatan massal, operasi katarak atau operasi bibir sumbing. Pendanaan lembaga ini berasal dari donator, anggota dan orang lain. Pendanaan juga sebagian didapat dari kerjasama dengan LSM lain dalam kegiatan sosial tertentu.
Salah satu lembaga sosial swasta yang turun langsung membantu korban di lapangan adalah Bulan Sabit Merah cabang Surabaya. Lembaga sosial yang telah memiliki 59 cabang di Indonesia ini menyesalkan kurangnya koordinasi yang dilakukan pemerintah dan lembaga-lembaga sosial lain di lapangan. Sehingga mengakibatkan bantuan tidak tersalurkan merata pada yang membutuhkan.

“Tugas pemerintah adalah sebagai motor penggerak di depan dan bertugas mengkoordinasi bantuan di lapangan. Tapi kenyataannya, koordinasi itu sangat kurang sekali. Akibatnya, kita bergerak sendiri-sendiri. Hal inilah yang mengakibatkan tidak meratanya bantuan kepada para korban. Jangankan untuk selalu berkoordinasi, duduk satu meja untuk membahas wilayah-wilayah mana yang terlebih dahulu mendapat bantuan saja tidak pernah ada. Tapi kita berharap, dengan seringnya terjadi bencana, pemerintah harus lebih banyak berkoordinasi dan mempunyai perencanaan yang tepat pada para korban,” kata ketua Bulan Sabit Merah cabang Surabaya, dr Arif Basuki SpAn.
Selain menyalurkan bantuan dari donator kepada korban bencana, lembaga ini juga menurunkan relawan di lapangan. Pemberdayaan SDM rutin dilakukan oleh lembaga sosial yang didirikan di Surabaya April 2003 lalu ini. Di antaranya dengan memberikan pelatihan-pelatihan pada anggota yang bersedia menjadi relawan.
Pengabdian lain di bidang kesehatan juga diberikan lembaga ini dalam bentuk memberi pelayanan kesehatan pada masyarakat miskin di Indonesia. Wujud pengabdian tersebut dengan mendirikan poliklinik bagi para pemulung dan masyrakat miskin. Tidak hanya itu, penyuluhan juga sering dilakukan untuk mengubah pola hidup dan prilakunya supaya lebih sehat. Karena masyarakat yang sehat akan tercipta bila mempunyai pola hidup dan prilaku yang sehat. Lembaga ini fokus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Anggotanya kebanyakan juga berasal dari para medis. Mulai dokter, perawat sampai mahasiswa kedokteran. Selain konsen membantu di tempat-tempat bencana, secara rutin lembaga ini memberikan pelayanan kesehatan secara gratis pada masyrakat. Di antaranya sunatan massal, operasi katarak atau operasi bibir sumbing. Pendanaan lembaga ini berasal dari donator, anggota dan orang lain. Pendanaan juga sebagian didapat dari kerjasama dengan LSM lain dalam kegiatan sosial tertentu.


0 komentar:
Posting Komentar