Home » » Warung Beras: Bertahan Eksis Dengan Menu Organik

Warung Beras: Bertahan Eksis Dengan Menu Organik

Oleh: Heni Kurniawati
MAKANAN siap saji atau fast food dan junk food menjadi idola masyarakat saat ini. Makanan yang lebih lezat dan bergizi dengan bahan organik seakan dilupakan. Dengan menunggu selama 5-10 menit, menu fast food sudah dapat dinikmati tanpa harus susah-susah memasak dan menunggu terlalu lama sekalipun kurang memenuhi unsur kesehatan bagi tubuh.
Menurut pengelola Warung Beras dan Sayur Organik Jl Sahadewa 26 Denpasar, Bali Alit Prandyana, makanan fast food dan junk food sangat berpengaruh pada memburuknya kesehatan manusia. “Memang orang yang mengonsumsi makanan serba cepat saji atau junk food dan fast food saat ini belum merasakan efek buruknya. Karena dalam jangka pendek belum terasa, namun dalam waktu setelah lima atau sepuluh tahun mendatang efeknya akan terasa pada kesehatan mereka,” kata distributor beras dan sayur organik ini.
Makanan dengan menggunakan bahan organik memang belum sedasyat junk food dan fast food, namun kini masyarakat Bali khususnya mulai melirik dan meminati karena sadar akan pentingnya hidup sehat. Untuk itu Warung Beras berusaha menyajikan aneka menu dengan bahan dasar organik yaitu beras putih dan beras merah serta sayuran sebagai bahan dasar menu masakan.
Bahan organik disubsidi dari Bali Organic Asosiassion (BOA) dan disulap menjadi sajian istimewa ala Chinese food dan masakan Bali seperti Cap Cay, Nasi Goreng, Sapo Tahu, sayur nangka balung. Tidak dapat dipungkiri asupan gizi dan nutrisi dari makanan organik jauh berbeda dibanding non organik. Untuk asupan gizi dari makanan organik lebih terjamin karena tanpa zat kimia pestisida atau bahan pengawet yang dapat merusak dan mengurangi asupan gizi beras, sayuran dan buah. Selain itu zat yang terkandung dalam bahan kimia dapat masuk dan menjadi timbunan zat berbahaya yang merugikan kesehatan manusia.
Thanks for reading Warung Beras: Bertahan Eksis Dengan Menu Organik

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar