Home » » Piring Lidi Pamekasan Sulit Dipasarkan

Piring Lidi Pamekasan Sulit Dipasarkan

Perajin piring lidi di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengaku kesulitan memasarkan produknya, menyusul berkurangnya permintaan pasar belakangan ini. "Akhir-akhir ini, pesanan kerajinan piring lidi sangat sedikit, bahkan bisa dikatakan jarang," kata perajin piring lidi, Suraji (23), ketika ditemui Antara di Desa Sokalelah, Kecamatan Kadur, Pamekasan.
Sebelumnya, kata dia, setiap bulan berkisar antara 5-10 pemesan, tetapi kini hanya 2-3 pemesan. "Kemungkinan sudah banyak warga di sini yang menggunakan piring itu," kata dia.
Ia mengatakan, kebanyakan yang memesan piring lidinya adalah penjual nasi dan restoran di kota Pamekasan. Alasan mereka beralih menggunakan piring lidi karena lebih praktis dan mengurangi pekerjaan. Seperti yang diakui Suryani, penjual nasi goreng di Jalan Niaga Pamekasan.
"Kalau piring pabrikan kan setelah dipakai harus dicuci. Piring lidi ini lebih praktis dan tidak perlu dicuci, serta kelihatannya juga lebih bagus," kata Suryani.
Perajin piring lidi, Suraji, ketika ditanya seputar kapasitas produksinya, dia mengaku setiap hari mampu membuat kerajinan piring berkisar antara 4-5 buah, dengan harga Rp5.000,00 per piring. "Kami berharap, pemerintah bisa mencarikan pemasaran hasil kerajinan piring lidi warga Kecamatan Kadur," katanya.
Ia menyebutkan, Kecamatan Kadur dan sebagian wilayah Kecamatan Larangan merupakan pusat kerajinan pembuat piring lidi di Pamekasan. Di daerah itu, kata dia, banyak terdapat pohon siwalan yang merupakan bahan baku untuk membuat piring lidi. "Sedikitnya, di sana terdapat 10 rumah tangga yang bekerja di bidang kerajinan pembuat piring lidi ini," katanya.
Koran Pak Oles/Edisi 167/16-31 Januari 2009
Thanks for reading Piring Lidi Pamekasan Sulit Dipasarkan

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar