Cilacap
Kelompok Pengrajin Tahu Karyasari di bawah binaan Yayasan Pemuda Pelajar Peduli Lingkungan (Pepeling) bersama Pertamina Unit Pengolahan IV Cilacap, mencoba mengembangkan penggunaan limbah tahu menjadi biogas. "Saat ini masih tahap uji coba, biogas baru bisa dihasilkan dan dipakai setelah tiga bulan," kata Ketua Pepeling, Herman Sukamto kepada Antara di Cilacap.
Selain untuk mengatasi pencemaran lingkungan, kata dia, pemanfaatan limbah tahu sebagai biogas juga ditujukan untuk mengurangi beban penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang harganya cenderung naik. Menurut dia, teknologi yang digunakan untuk pembuatannya cukup sederhana yakni menampung limbah tahu cair ke dalam bak pendingin untuk menjalani proses biogas sehingga menghasilkan gas yang dapat digunakan untuk memasak. Sementara itu seorang perajin tahu di Gumilir Cilacap, Hadi Susanto Warsono mengaku cukup terbantu dengan pemanfaatan limbah tahu menjadi biogas. Menurut dia, selama ini limbah tahu sering menjadi polemik di lingkungan sekitar pabrik karena bau yang ditimbulkannya. "Saya pernah menggunakan obat pengurang bau, tetapi hasilnya tidak efektif, tetapi justru menambah pengeluaran," katanya. Ia mengatakan, pemanfaatan limbah tahu merupakan solusi terbaik karena dapat mengurangi polusi udara. Bahkan, mengurangi anggaran untuk pembelian BBM.
Koran Pak Oles/Edisi 167/16-31 Januari 2009
Kelompok Pengrajin Tahu Karyasari di bawah binaan Yayasan Pemuda Pelajar Peduli Lingkungan (Pepeling) bersama Pertamina Unit Pengolahan IV Cilacap, mencoba mengembangkan penggunaan limbah tahu menjadi biogas. "Saat ini masih tahap uji coba, biogas baru bisa dihasilkan dan dipakai setelah tiga bulan," kata Ketua Pepeling, Herman Sukamto kepada Antara di Cilacap.
Selain untuk mengatasi pencemaran lingkungan, kata dia, pemanfaatan limbah tahu sebagai biogas juga ditujukan untuk mengurangi beban penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang harganya cenderung naik. Menurut dia, teknologi yang digunakan untuk pembuatannya cukup sederhana yakni menampung limbah tahu cair ke dalam bak pendingin untuk menjalani proses biogas sehingga menghasilkan gas yang dapat digunakan untuk memasak. Sementara itu seorang perajin tahu di Gumilir Cilacap, Hadi Susanto Warsono mengaku cukup terbantu dengan pemanfaatan limbah tahu menjadi biogas. Menurut dia, selama ini limbah tahu sering menjadi polemik di lingkungan sekitar pabrik karena bau yang ditimbulkannya. "Saya pernah menggunakan obat pengurang bau, tetapi hasilnya tidak efektif, tetapi justru menambah pengeluaran," katanya. Ia mengatakan, pemanfaatan limbah tahu merupakan solusi terbaik karena dapat mengurangi polusi udara. Bahkan, mengurangi anggaran untuk pembelian BBM.
Koran Pak Oles/Edisi 167/16-31 Januari 2009


0 komentar:
Posting Komentar