Dinas Kesehatan Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) membangun posko kesehatan untuk mengantisipasi timbulnya penyakit pasca banjir yang melanda wilayah itu pada 10 Januari lalu. Kadiskes Polman dr Azis di Polewali, Kamis, mengatakan pihaknya telah membangun tujuh posko kesehatan di Petoosan, Simboro, Tinambung, Campalagian, Batupanga dan Wonomulyo.
Untuk mencegah penyakit pascabanjir, pihaknya membagikan kaporit dan penjernih air serta melakukan pengurasan sumber air di lokasi bekas bencana air, serta memasok air bersih. Memasuki hari kelima, banjir di Polman mulai surut namun muncul berbagai penyakit yang menimpa warga di lokasi banjir seperti gatal-gatal, diare dan muntaber.
Posko kesehatan dibuka 24 jam untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga di wilayah bencana banjir, namun kini persediaan obat-obatan dan tenaga medis terbatas. Stok obat-obatan yang ada sangat terbatas dengan tenaga medis hanya 40 orang dari Dinkes Polman ditambah 10 orang dari Dinkes Propinsi Sulbar. Karena itu, ia meminta pemerintah pusat membantu obat-obatan dan tenaga medis.
Menurut dr Azis, sejak terjadi banjir di Polman akhir pekan lalu, pihaknya telah menampung 1.085 pesien, di antaranya 210 korban banjir yang menderita luka-luka akibat tergores dan terkena tusukan kayu saat hanyut terbawa banjir.
Selain korban luka, lanjut dr Azis, sekitar 440 pasien yang terserang penyakit gatal-gatal dan 140 orang infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Sekitar 21% mengalami stress akibat kehilangan tempat tinggal dan kelelahan setelah berjuang menyelamatkan diri. Para korban hingga kini masih terus ditangani para medis. Peristiwa banjir bandang akibat meluapnya Sungai Tinambung pada Sabtu lalu mengakibatkan 10 orang tewas terseret banjir dan dua orang lain hingga kini belum ditemukan
Koran Pak Oles/Edisi 167/16-31 Januari 2009
Untuk mencegah penyakit pascabanjir, pihaknya membagikan kaporit dan penjernih air serta melakukan pengurasan sumber air di lokasi bekas bencana air, serta memasok air bersih. Memasuki hari kelima, banjir di Polman mulai surut namun muncul berbagai penyakit yang menimpa warga di lokasi banjir seperti gatal-gatal, diare dan muntaber.
Posko kesehatan dibuka 24 jam untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga di wilayah bencana banjir, namun kini persediaan obat-obatan dan tenaga medis terbatas. Stok obat-obatan yang ada sangat terbatas dengan tenaga medis hanya 40 orang dari Dinkes Polman ditambah 10 orang dari Dinkes Propinsi Sulbar. Karena itu, ia meminta pemerintah pusat membantu obat-obatan dan tenaga medis.
Menurut dr Azis, sejak terjadi banjir di Polman akhir pekan lalu, pihaknya telah menampung 1.085 pesien, di antaranya 210 korban banjir yang menderita luka-luka akibat tergores dan terkena tusukan kayu saat hanyut terbawa banjir.
Selain korban luka, lanjut dr Azis, sekitar 440 pasien yang terserang penyakit gatal-gatal dan 140 orang infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Sekitar 21% mengalami stress akibat kehilangan tempat tinggal dan kelelahan setelah berjuang menyelamatkan diri. Para korban hingga kini masih terus ditangani para medis. Peristiwa banjir bandang akibat meluapnya Sungai Tinambung pada Sabtu lalu mengakibatkan 10 orang tewas terseret banjir dan dua orang lain hingga kini belum ditemukan
Koran Pak Oles/Edisi 167/16-31 Januari 2009


0 komentar:
Posting Komentar