Home » » Korban Banjir Di Semarang Mulai Terjangkit Penyakit

Korban Banjir Di Semarang Mulai Terjangkit Penyakit

Sejumlah warga korban banjir di Kota Semarang, Jateng, mulai terjangkiti berbagai penyakit seperti gatal-gatal, batuk dan diare. Berdasarkan pantauan ANTARA di Semarang, mereka terlihat berobat di posko kesehatan berada di kelurahan setempat. Meski banjir mulai surut, beberapa wilayah di Kota Semarang masih terendam air, antara lain Kelurahan Sawah Besar, Kaligawe, Siwalan, Tambakrejo, Muktiharjo Lor dan Muktiharjo Kidul.
Warga RT 05/RW III Kelurahan Sawah Besar, Rahayu Sujiman (57) mengatakan sejak beberapa hari ini dia dan sejumlah warga lain menderita gatal-gatal, batuk dan diare. Banjir di Sawah Besar sudah berlangsung seminggu, tetapi baru hari Kamis (15/1) dibuka posko kesehatan. Ia juga mengeluhkan masalah sanitasi, karena WC warga masih banyak yang belum ditinggikan sehingga terendam air. Warga harus antre di WC umum. ‘’Mau buang air besar harus antre ke WC umum karena WC milik kami bludak," katanya.
Selain orang dewasa, anak-anak juga banyak yang mulai terjangkit penyakit. Sufi Kamelia (10) warga RT 05/RW III Kelurahan Sawah Besar tiga hari ini terserang penyakit panas dan diare karena anak-anak banyak yang bermain di genangan air. Wakil Wali Kota Semarang, Mahfudz Ali mengatakan, selain membantu kebutuhan logistik, pemkot membuka posko kesehatan di daerah banjir. ‘’Pada kondisi seperti ini semua harus bergerak cepat termasuk bidang kesehatan, petugas puskesmas sudah membuka posko kesehatan di daerah banjir,’’ katanya.
Banjir di Kelurahan Kaligawe mengakibatkan aktivitas Pasar Waru lumpuh sehingga pedagang mengalami penurunan omset penjualan, karena pembeli tidak bisa memasuki pasar. Hanya beberapa pembeli partai besar saja yang berani masuk ke dalam pasar dengan menggunakan becak, karena ketinggian air di depan pasar mencapai 70 cm. Lurah Muktiharjo Lor, Sutrisno mengaku masih ada 600-700 rumah masih terendam banjir yakni RW II sampai RW V dengan ketinggian air 60-70 cm.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang juga tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Kepala Markas PMI Kota Semarang Hj Sulaningsih Bachrun mengatakan, PMI Kota Semarang secara teknis dan logistik siap membantu korban bencana menyusul cuaca buruk yang sering melanda daerah ini. Sejak Desember 2008 PMI Kota Semarang membentuk posko siaga bencana dengan ratusan relawanm baik perawat, dokter maupun tim evakuasi korban yang siap membantu selama 24 jam. Jika terjadi bencana, tugas utama PMI adalah mendata dan memberikan pertolongan pertama kepada para korban.
Koran Pak Oles/Edisi 167/16-31 Januari 2009
Thanks for reading Korban Banjir Di Semarang Mulai Terjangkit Penyakit

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar