Asosiasi Pedagang Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Barat memprediksi jumlah supermarket yang bangkrut pada 2009 diperkirakan akan terus bertambah menyusul ketatnya persaingan perdagangan ritel serta menjamurnya minimarket hingga ke pelosok.
"Jumlah supermarket pada 2008 turun dan yang diprediksi gulung tikar akan bertambah pada 2009 ini," kata Sekretaris Asosiasi Pedagang Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Barat, Hendri Hendarta dilansir Antara.
Ia menyebutkan, pada awal 2008 ada sekitar 79 supermarket di Kota Bandung, namun pada akhir tahun lalu jumlahnya tinggal 55 super market saja.
Salah satu penyebab turunnya jumlah supermarket adalah bermunculannya hypermarket dan menjamurnya pertumbuhan minimarket. "Sebelumnya konsumen berbelanja di supermarket, namun untuk belanja seperlunya saat ini masyarakat cukup datang ke minimarket, sedangkan untuk partai besar ke hypermarket. Supermarket mulai ditinggalkan," kata Hendri.
Dia menyebutkan di Kota Bandung saat ini sudah ada sekitar 11 unit hypermart, sedangkan jumlah minimarket telah mencapai 350 unit.
Dengan kondisi itu, jelas supermarket terkepung dan konsumennya beralih ke pasar ritel lain. Persaingan para peritel sendiri kian ketat sehingga tanpa ada terobosan pemasaran sulit untuk mengangkat omset. "Dengan kondisi saat ini, supermarket yang hadir lebih dulu jelas membutuhkan kiat untuk bertahan dalam kompetisi yang kian ketat," kata Hendri.
Jumlah minimarket, kata Hendri masih akan terus meningkat pada 2009. Usaha itu cukup menggiurkan meski terjadi di tengah kontroversi dan perlawanan dari pelaku pasar tradisional.
Persaingan usaha ritel juga akan terus meruncing menyusul makin banyaknya jaringan ritel internasional yang terus membuka peluang usahanya dengan mendirikan usaha ritel di Indonesia, khususnya di kota-kota besar seperti di Bandung.
Terkait persaingan yang semakin tidak berimbang antara minimarket dengan pasar tradisional, Sekretaris Apindo meminta agar masyarakat tidak mendirikan minimarket di dekat pasar tradisional. "Yah caranya ikuti aturan main yang ada. Kalau dilarang mendirikan minimarket dekat pasar yah jangan dilakukan," kata Hendri.
Koran Pak Oles/Edisi 167/16-31 Januari 2009
"Jumlah supermarket pada 2008 turun dan yang diprediksi gulung tikar akan bertambah pada 2009 ini," kata Sekretaris Asosiasi Pedagang Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Barat, Hendri Hendarta dilansir Antara.
Ia menyebutkan, pada awal 2008 ada sekitar 79 supermarket di Kota Bandung, namun pada akhir tahun lalu jumlahnya tinggal 55 super market saja.
Salah satu penyebab turunnya jumlah supermarket adalah bermunculannya hypermarket dan menjamurnya pertumbuhan minimarket. "Sebelumnya konsumen berbelanja di supermarket, namun untuk belanja seperlunya saat ini masyarakat cukup datang ke minimarket, sedangkan untuk partai besar ke hypermarket. Supermarket mulai ditinggalkan," kata Hendri.
Dia menyebutkan di Kota Bandung saat ini sudah ada sekitar 11 unit hypermart, sedangkan jumlah minimarket telah mencapai 350 unit.
Dengan kondisi itu, jelas supermarket terkepung dan konsumennya beralih ke pasar ritel lain. Persaingan para peritel sendiri kian ketat sehingga tanpa ada terobosan pemasaran sulit untuk mengangkat omset. "Dengan kondisi saat ini, supermarket yang hadir lebih dulu jelas membutuhkan kiat untuk bertahan dalam kompetisi yang kian ketat," kata Hendri.
Jumlah minimarket, kata Hendri masih akan terus meningkat pada 2009. Usaha itu cukup menggiurkan meski terjadi di tengah kontroversi dan perlawanan dari pelaku pasar tradisional.
Persaingan usaha ritel juga akan terus meruncing menyusul makin banyaknya jaringan ritel internasional yang terus membuka peluang usahanya dengan mendirikan usaha ritel di Indonesia, khususnya di kota-kota besar seperti di Bandung.
Terkait persaingan yang semakin tidak berimbang antara minimarket dengan pasar tradisional, Sekretaris Apindo meminta agar masyarakat tidak mendirikan minimarket di dekat pasar tradisional. "Yah caranya ikuti aturan main yang ada. Kalau dilarang mendirikan minimarket dekat pasar yah jangan dilakukan," kata Hendri.
Koran Pak Oles/Edisi 167/16-31 Januari 2009


0 komentar:
Posting Komentar