Home » » Kekerasan Anak Harus Diperangi

Kekerasan Anak Harus Diperangi

Tokoh Pemerhati Anak, Seto Mulyadi mengungkapkan kekerasan terhadap anak di Indonesia hingga saat ini masih terus terjadi dan harus diperangi dengan cara-cara kreatif dan inovatif. ‘’Salah satu caranya adalah menyampaikan pesan tentang dampak buruk kekerasan pada anak melalui media film,’’ kata Seto Mulyadi usai menyaksikan premiere film Pintu Terlarang di Jakarta, Kamis (15/1).
Kak Seto, demikian ia biasa dipanggil mengatakan orang tua harus banyak belajar mendidik anak-anak, antara lain lewat film yang baru disaksikan. Film tersebut merupakan kampanye yang baik untuk memerangi dan menghentikan kekerasan pada anak-anak. Pintu Terlarang adalah film thriller produksi LifeLike Pictures dan diproduseri Sheila Timothy. Film ini adalah karya sutradara Joko Anwar yang sebelumnya membuat film thriller berjudul Kala.
Film ini merupakan adaptasi dari sebuah novel thriller laris karya Sekar Ayu Asmara yang berjudul sama. Pintu Terlarang dibintangi pasangan kekasih Fachri Albar dan Marsha Timothy, serta menampilkan akting Ario Bayu, Otto Djauhari, Tio Pakusadewo, Henidar Amroe dan Atiqah Hasiholan. Pintu Terlarang memberi pesan tersirat tentang fakta kekerasan terhadap anak yang terus terjadi dan dampak buruk psikologis anak bila kekerasan itu terus-menerus dilakukan. ‘’Saya sangat terkesan pada Sekar Ayu yang menulis novel ini, kekerasan pada anak memang masih sering terjadi dan kita harus memerangi. Anak-anak adalah harapan bangsa yang harus kita selamatkan," kata Kak Seto.
Pnulis novel laris Pintu Terlarang, Sekar Ayu Asmara mengungkapkan ia sangat peduli terhadap isu kekerasan pada anak yang terjadi di Indonesia. Ia menyatakan akan terus menulis cerita tentang dampak buruk kekerasan pada anak agar orang yang membacanya sadar untuk tidak melakukan hal tersebut. ‘’Film ini merupakan adaptasi yang sangat bagus dari sebuah novel, karya Joko ini benar-benar melepaskan diri dari pakem novel,’’ ujarnya.
Pintu Terlarang mengisahkan tentang Gambir, pematung yang sukses dan hidupnya mulai berantakan setelah ia menerima pesan-pesan misterius dari seseorang yang meminta pertolongannya. Pesan misterius itu ternyata berasal dari seorang anak yang disekap dan disiksa oleh kedua orang tua. Saat Gambir berusaha untuk mencari tahu di mana anak itu, ia curiga sang istri, Talyda, berada di balik misteri yang ingin dipecahkannya. Pada akhirnya, Gambir harus memilih antara menyelamatkan anak kecil itu atau kehilangan semua yang dia miliki dalam hidup.
‘’Film ini dari segi akting pemain dan ceritanya sangat bagus, sebuah topik kekerasan terhadap anak yang sebenarnya masih terjadi di kehidupan sehari-hari. Saya anjurkan orang tua untuk menonton film ini, supaya mereka juga belajar dari film ini, dan agar mereka tidak melakukan kekerasan pada anak-anaknya karena hal itu dapat berdampak sangat buruk di kemudian hari,’’ ujar Kak Seto.
Koran Pak Oles/Edisi 167/16-31 Januari 2009
Thanks for reading Kekerasan Anak Harus Diperangi

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar