Sekitar 80 persen otak anak berkembang pada masa "Golden Age", masa-masa emas antara umur 0 hingga lima tahun. "Di masa tersebut peran orangtua sangat dibutuhkan dalam mengawasi tumbuh dan berkembangnya otak anak," kata Psikolog Ana, Desni Yuniarni.
Di masa "golden age" otak anak berkembang sangat cepat, sehingga informasi apapun akan diserap, tanpa melihat baik atau buruk. "Tugas orangtua yang mengarahkan anaknya lebih baik, dengan rasa cinta dan kasih sayang," ujarnya kepada Antara di Pontianak, (20/12).
Selain berperan sebagai pengawas tumbuh dan berkembangnya anak-anak mereka, orangtua bertugas menambah pengetahuan, terutama seputar pertumbuhan anak. Tetapi orangtua tidak bisa memaksakan pertumbuhan anak sesuai kemauannya, seperti menyuruh belajar di luar kemampuan anak dengan maksud agar anak mereka kelak menjadi pintar. "Yang penting kita sebagai orangtua, harus menunjukkan sikap dan perilaku yang baik, karena anak suka meniru orang-orang terdekatnya," kata Desni.
Ia menambahkan, orangtua harus mengawasi anak mereka ketika menonton acara televisi. Karena saat ini banyak sekali program televisi yang tidak cocok bahkan tidak layak ditonton bagi anak-anak karena dikhawatirkan akan ditiru, seperti acara gosip yang menonjolkan isu-isu perceraian selebritis. "Lebih baik televisi dimatikan saja, agar anak tidak terkontaminasi dengan program-program televisi tersebut. Kalaupun harus menonton usahakan kita juga ikut menonton sehingga bisa menjadi sensor acara televisi yang sedang ditonton anak kita," ujarnya.
Ia berpesan, bagi orangtua yang mempunyai waktu pendek untuk berkumpul dengan anaknya, usahakan anak diasuh oleh orang yang tepat dan tetap meluangkan waktu untuk anak. "Jika tidak dimanfaatkan waktu senggang, maka anak tidak akan berkembang dengan optimal," katanya.
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009
Di masa "golden age" otak anak berkembang sangat cepat, sehingga informasi apapun akan diserap, tanpa melihat baik atau buruk. "Tugas orangtua yang mengarahkan anaknya lebih baik, dengan rasa cinta dan kasih sayang," ujarnya kepada Antara di Pontianak, (20/12).
Selain berperan sebagai pengawas tumbuh dan berkembangnya anak-anak mereka, orangtua bertugas menambah pengetahuan, terutama seputar pertumbuhan anak. Tetapi orangtua tidak bisa memaksakan pertumbuhan anak sesuai kemauannya, seperti menyuruh belajar di luar kemampuan anak dengan maksud agar anak mereka kelak menjadi pintar. "Yang penting kita sebagai orangtua, harus menunjukkan sikap dan perilaku yang baik, karena anak suka meniru orang-orang terdekatnya," kata Desni.
Ia menambahkan, orangtua harus mengawasi anak mereka ketika menonton acara televisi. Karena saat ini banyak sekali program televisi yang tidak cocok bahkan tidak layak ditonton bagi anak-anak karena dikhawatirkan akan ditiru, seperti acara gosip yang menonjolkan isu-isu perceraian selebritis. "Lebih baik televisi dimatikan saja, agar anak tidak terkontaminasi dengan program-program televisi tersebut. Kalaupun harus menonton usahakan kita juga ikut menonton sehingga bisa menjadi sensor acara televisi yang sedang ditonton anak kita," ujarnya.
Ia berpesan, bagi orangtua yang mempunyai waktu pendek untuk berkumpul dengan anaknya, usahakan anak diasuh oleh orang yang tepat dan tetap meluangkan waktu untuk anak. "Jika tidak dimanfaatkan waktu senggang, maka anak tidak akan berkembang dengan optimal," katanya.
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009


0 komentar:
Posting Komentar