Kebijakan intensifikasi pertanian merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas, mengingat semakin sempitnya lahan akibat dialihfungsikan untuk kegiatan nonpertanian. ‘’Intensifikasi untuk meningkatkan produk pertanian dilakukan dengan memanfaatkan hasil temuan varietas baru untuk beberapa benih unggul tanaman seperti padi, jagung dan kedelai,’’ kata Kepala Dinas Pertanian Yogyakarta, Nanang Suwandi di Yogyakarta, Jumat (26/12)
Menurut Suwandi, peningkatan produksi pertanian di DIY menghadapi masalah semakin sempitnya lahan karena dialihfungsikan untuk kepentingan nonpertanian seperti pemukiman, jalan dan infrastruktur lain. Karena itu, dalam jangka menengah dan panjang perlu dipikirkan strategi pengembangan pertanian dikaitkan dengan kebijakan pembangunan di bidang lain agar laju alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian dapat dikendalikan.
Selain itu, sosialisasi dan implementasi hasil temuan terbaru benih unggul tanaman pertanian juga perlu ditingkatkan agar petani dapat memanfaatkannya, sehingga dapat meningkatkan produksi tanaman pertanian.
Peluang permintaan komoditas pertanian juga relatif terus meningkat, mengingat perkembangan pasar domestik dan pasar ekspor. Sebagai daerah tujuan wisata dan budaya, DIY juga menjadi daerah tujuan wisata kuliner. Hal sehingga permintaan komoditas pertanian terus meningkat. ‘’Pengembangan sektor pertanian di DIY ke depan memang menghadapi sejumlah tantangan yang secara umum meliputi faktor internal dan eksternal,’’ katanya.
Tantangan internal menyangkut potensi perkembangan penyakit tanaman seperti hama wereng, ketersediaan saprodi seperti benih, pupuk dan obat-obatan, minimnya modal usaha petani dan peningkatan kesejahteraan petani. Tantangan eksternal yang dihadapi sektor pertanian antara lain impor beberapa jenis komoditas pertanian, dampak krisis ekonomi global terhadap permintaan komoditas pertanian dan perkembangan bioteknologi terhadap produksi pertanian.
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009
Menurut Suwandi, peningkatan produksi pertanian di DIY menghadapi masalah semakin sempitnya lahan karena dialihfungsikan untuk kepentingan nonpertanian seperti pemukiman, jalan dan infrastruktur lain. Karena itu, dalam jangka menengah dan panjang perlu dipikirkan strategi pengembangan pertanian dikaitkan dengan kebijakan pembangunan di bidang lain agar laju alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian dapat dikendalikan.
Selain itu, sosialisasi dan implementasi hasil temuan terbaru benih unggul tanaman pertanian juga perlu ditingkatkan agar petani dapat memanfaatkannya, sehingga dapat meningkatkan produksi tanaman pertanian.
Peluang permintaan komoditas pertanian juga relatif terus meningkat, mengingat perkembangan pasar domestik dan pasar ekspor. Sebagai daerah tujuan wisata dan budaya, DIY juga menjadi daerah tujuan wisata kuliner. Hal sehingga permintaan komoditas pertanian terus meningkat. ‘’Pengembangan sektor pertanian di DIY ke depan memang menghadapi sejumlah tantangan yang secara umum meliputi faktor internal dan eksternal,’’ katanya.
Tantangan internal menyangkut potensi perkembangan penyakit tanaman seperti hama wereng, ketersediaan saprodi seperti benih, pupuk dan obat-obatan, minimnya modal usaha petani dan peningkatan kesejahteraan petani. Tantangan eksternal yang dihadapi sektor pertanian antara lain impor beberapa jenis komoditas pertanian, dampak krisis ekonomi global terhadap permintaan komoditas pertanian dan perkembangan bioteknologi terhadap produksi pertanian.
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009


0 komentar:
Posting Komentar