Home » » Pemuliaan Tanaman Kurangi Pemakaian Pestisida

Pemuliaan Tanaman Kurangi Pemakaian Pestisida

Guru Besar Fakultas Pertanian (FP) Universitas Brawijaya (Unibraw) Prof Dr Kuswanto menyatakan, kegiatan pemuliaan tanaman yang menghasilkan varietas baru dan unggul mampu mengurangi penggunaan pestisida ataupun pupuk an organik. ‘’Ke depan bahkan saat ini saja konsumen sudah mulai membiasakan diri mengkonsumsi bahan pangan organik baik sayuran maupun buah-buahan, sehingga prospek pemuliaan tanaman yang toleran terhadap hama penyakit semakin bagus,’’ katanya di Malang, Sabtu (27/12).
Pengendalian hama penyakit tanaman, kata dia, selama ini masih didominasi dengan penggunaan pestisida yang dicampur dengan bahan kimia lainnya sehingga sangat rentan terhadap penyakit. Apalagi pestisida dan residunya sudah mencemari bahan pangan, terutama sayuran dan buah-buahan yang disemprot langsung. Ketua Pusat Kajian Pemuliaan Tanaman Unibraw itu menyebut, pengendalian hama tanaman yang ekonomis dan efesien adalah penggunaan varietas tahan yang dirakit melalui pemuliaan tanaman.
Hasil varietas tanaman baru melalui pemuliaan tanaman, kata dia, mampu memperbaiki produksi dan sanitasi hasil sayuran segar dan lebih aman terhadap lingkungan serta kesehatan manusia. Metode pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas baru biasanya menggunakan metode silang balik, metode bulk (curah) dan metode modifikasi antara pedigree dan single seed discent dilanjutkan dengan pengujian hasil.
Penyuluh lapangan (PL) Dinas Pertanian Kota Malang, Hariyanto, mengakui, tren masyarakat Kota Malang untuk mengkonsumsi bahan pangan organik cenderung membaik, meski belum ada perubahan mencolok. Ia mengakui, produk tanaman yang menggunakan bahan organik ini memang belum begitu besar, karena lahan yang dimiliki petani juga terbatas, tetapi setiap kali panen selalu habis bahkan permintaan untuk memasok ke beberapa `super market` tidak bisa dipenuhi.
Hasil produksi tanaman organik harganya lebih mahal ketimbang tanaman anorganik dengan perbandingan 1 banding 3, tetapi minat masyarakat terhadap tanaman organik semakin membaik, sehingga ke depan akan dikembangkan lebih luas, apalagi Indonesia Sehat 2010 juga sudah dicanangkan.
Haryanto mengatakan, lahan pertanian di Kota Malang yang semakin sempit membuat pihaknya bersama petani berinisiatif mengembangkan tanaman organik melalui polibak dan saat ini di setiap kecamatan sudah ada lebih dari 5.000 polibak dengan berbagai macam tanaman sayuran dan buah. ‘’Pengembangan tanaman polibak dengan bahan organik ini juga sebagai salah satu upaya menyiasati semakin sempitnya lahan pertanian serta mengembalikan hara tanah akibat penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan,’’ katanya.
Salah seorang petani sayur organik di Kecamatan Kedungkandang, Nanik, mengakui, hasil panen yang didapatkan memang tidak jauh berbeda dengan tanaman anorganik, namun harga tanaman organik jauh lebih mahal sehingga keuntungan yang didapat petani juga lebih besar.
‘’Selain keuntungan, saya juga mendapatkan kelebihan lain dari tanaman organik di antaranya lebih sehat jika dikonsumsi. Rasanya juga lebih enak dibandingkan dengan tanaman anorganik seperti sayur kangkung, wortel, terong, slada, sawi hijau serta beras yang lebih punel dan gurih,’’ katanya.
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009
Thanks for reading Pemuliaan Tanaman Kurangi Pemakaian Pestisida

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar