Home » » Jumlah Tenaga Kesehatan Di Yogyakarta Terbatas

Jumlah Tenaga Kesehatan Di Yogyakarta Terbatas

Jumlah tenaga kesehatan yang terbatas dan belum meratanya mereka di seluruh wilayah, menjadi faktor penyebab rendahnya kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.
"Indonesia mengalami kekurangan pada hampir semua jenis tenaga kesehatan yang diperlukan," kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr dr Hardyanto Soebono dalam pidato ilmiah Dies Natalis ke-59 UGM di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.
Berdasarkan data pada 2007, diperkirakan per 100.000 penduduk baru dapat dilayani 7,7 dokter umum, 2,7 dokter gigi, 3,0 dokter spesialis dan 8,0 bidan.
Sedangkan untuk tenaga kesehatan masyarakat, per 100.000 penduduk baru dilayani oleh 0,5 sarjana epidemologi, dan 4,7 tenaga sanitasi. "Banyak puskesmas belum memiliki dokter dan tenaga kesehatan masyarakat, dan diperburuk dengan tidak meratanya distribusi tenaga kesehatan," katanya, dengan menyebutkan lebih dari dua per tiga dokter spesialis berada di Jawa dan Bali.
Menurut Hardyanto, tidak meratanya penyebaran tenaga kesehatan di Indonesia disebabkan ketidakjelasan kebijakan pemerintah dalam "kebutuhan" jenis dan "sistem distribusi" tenaga kesehatan.
Kebijakan pemerataan tenaga pelayanan kesehatan primer di Indonesia mendorong kompromi tentang kualitas dan kompetensi tenaga kesehatan yang diluluskan oleh perguruan tinggi di Indonesia. "Karena dorongan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan dasar, yaitu Puskesmas, maka secara umum kompetensi lulusan dokter Indonesia lebih rendah dibanding standar internasional," katanya.
Di sisi lain, kata dia, globalisasi menuntut kesamaan standar profesi kedokteran yang lebih tinggi dari pada yang telah ditetapkan Indonesia.
Menurut dia, langkah yang harus ditempuh institusi pendidikan adalah memetakan kembali kebutuhan tenaga kesehatan menurut standar kompetensi yang sesuai dengan standar global dan nasional.
"Misalnya, apakah di puskesmas cukup dilayani perawat saja atau bidan yang dipimpin seorang sarjana kesehatan masyarakat, atau harus ada tenaga dokter," katanya seperti dilansir Antara.
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009
Thanks for reading Jumlah Tenaga Kesehatan Di Yogyakarta Terbatas

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar