Warga Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diimbau mewaspadai maraknya pemakaian obat tradisional dan suplemen makanan yang mengandung bahan kimia seperti obat kuat yang berkhasiat menambah stamina bagi pria yang kini tengah marak beredar. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Karawang, Hengky Herwanto Wisoko, Selasa (23/12), mengatakan, pihaknya sudah berhasil mengamankan 28 boks obat kuat merek Stanson yang mengandung bahan kimia.
Obat tradisional itu dilarang beredar karena mengandung bahan kimia Sildanafil Sitrat dan Tadalafil yang berbahaya. Bahan kimia jenis Sildanafil Sitrat menyebabkan sakit kepala, pusing, mual, sakit perut, gangguan penglihatan, rintis (radang hidung), infark miokard, nyeri dada, palpitesi dan kematians sehingga dilarang beredar.
Sementara obat yang mengandung Tadalafil bisa menyebabkan, nyeri otot, pusing, sakit kepala, mual, diare, nyeri punggung, muka memerah, hidung tersumbat, fotosensitivasi, dan kehilangan potensi seks. ‘’Tadalafil itu bersifat melebarkan pembuluh darah yang menyebabkan penurunan tekanan darah, pasokan oksigen dan darah ke dalam otot jantung menurun, nyeri dada yang tidak stabil, irama jantung tidak normal, dan stroke,’’ katanya.
Mengenai hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang melalui Disperindagsar mengimbau kepada masyarakat agar selalu mewaspadai dan tidak mengonsumsi obat tradisional yang berbaya itu. ’Lebih baik, masyarakat jangan membeli dan mengonsumsi obat tradisional dan suplemen yang dicampur dengan bahan kimia, karena memang berbahaya.
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009
Obat tradisional itu dilarang beredar karena mengandung bahan kimia Sildanafil Sitrat dan Tadalafil yang berbahaya. Bahan kimia jenis Sildanafil Sitrat menyebabkan sakit kepala, pusing, mual, sakit perut, gangguan penglihatan, rintis (radang hidung), infark miokard, nyeri dada, palpitesi dan kematians sehingga dilarang beredar.
Sementara obat yang mengandung Tadalafil bisa menyebabkan, nyeri otot, pusing, sakit kepala, mual, diare, nyeri punggung, muka memerah, hidung tersumbat, fotosensitivasi, dan kehilangan potensi seks. ‘’Tadalafil itu bersifat melebarkan pembuluh darah yang menyebabkan penurunan tekanan darah, pasokan oksigen dan darah ke dalam otot jantung menurun, nyeri dada yang tidak stabil, irama jantung tidak normal, dan stroke,’’ katanya.
Mengenai hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang melalui Disperindagsar mengimbau kepada masyarakat agar selalu mewaspadai dan tidak mengonsumsi obat tradisional yang berbaya itu. ’Lebih baik, masyarakat jangan membeli dan mengonsumsi obat tradisional dan suplemen yang dicampur dengan bahan kimia, karena memang berbahaya.
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009


0 komentar:
Posting Komentar