Home » » Mendidik Berdasarkan Visi Lingkungan

Mendidik Berdasarkan Visi Lingkungan

Peran guru sebagai tenaga pendidik yang melahirkan generasi cerdas cendekia tak tergantikan. Sebaliknya, kualitas guru amat menentukan mutu pendidikan. Karena itu, seorang guru harus terus belajar mendalami teknologi informasi dan mempraktekkannya, termasuk mendampangi siswa dalam mengasah kecerdasan finansial. Tugas guru pula memetakan kurikulum pendidikan lingkungan yang membuat siswa sadar dan peduli menjaga kelestarian alam maupun keseimbangan ekosistem.
Tantangan generasi muda makin berat. Salah satunya adalah mempertahankan keseimbangan ekosistem dan meminimalisir kerusakan lingkungan yang kini tengah marak di berbagai belahan dunia. Kesadaran untuk memelihara lingkungan sekitar ditanamkan lewat pendidikan di sekolah.
Pakar lingkungan Prof Dr Emil Salim mengharapkan para guru lebih kreatif mengemas informasi lingkungan dalam berbagai mata pelajaran terkait. "Perkembangan sains dan teknologi yang sangat pesat beberapa abad terakhir ternyata juga merusak jejaring ekosistem," kata kata Emil dalam Seminar Kurikulum Sekolah Berbasis Bersih, Sehat dan Hijau di Jakarta, pekan lalu.
Para guru, lanjut Emil Salim, mendapat tugas untuk menjadikan sains dan teknologi yang serba rasional dan mengeksploitasi alam itu lebih bersesuaian dengan alam. "Bangunlah alam buatan manusia dengan meniru pola dan hukum ekosistem yakni dengan bioteknologi, bioarsitektur, hingga biomedicine serta kembangkanlah pemahaman fungsi ekosistem seperti diversitas, keseimbangan, kegunaan, interdependensi dan keberlanjutan," katanya.
Selain visi lingkungan yang disebarkan dalam berbagai mata pelajaran, ia juga mengharapkan, Dinas Pendidikan di daerah-daerah mampu mengelola kurikulum muatan lokalnya dengan visi lingkungan.
Muatan lokal yang hanya satu jam dalam seminggu, menurut dia, bisa dikelola menjadi pelajaran yang penuh dengan kegiatan alam yang bersifat menstimulasi panca indera siswa dan disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
Emil juga memuji apa yang dilakukan oleh kalangan pendidikan Kota Batu Jawa Timur yang memasukkan gagasan visi lingkungan dalam kurikulum sekolah muatan lokal sehingga siswa mengerti persoalan lingkungan sejak dini.
Kordinator Komunikasi Kesehatan USAID-Environmental Service Program (ESP) Nona Utomo mengatakan, Kota Batu saat ini menghadapi banyak masalah lingkungan seperti jumlah mata air yang menyusut dari 105 menjadi 62 mata air serta sampah-sampah yang semakin tersebar di mana-mana. "Pada 2005 kami memilih Kota Batu dengan pendekatan berbasis masyarakat menyelamatkan hutan dan mengelola sampah, belakangan kami meningkatkan kerja sama dengan mencoba melahirkan mata pelajaran baru yaitu pendidikan lingkungan hidup berbasis Bersih, Hijau dan Sehat," katanya.
Sementara itu, Pengawas Sekolah dari Dinas Pendidikan Kota Batu Jawa Timur, Sukistono, mengatakan, pihaknya memulai mata pelajaran berbasis lingkungan di sekolah dasar (SD) dengan mengajarkan bagaimana cara mandi yang baik. "Sederhana saja seperti bagaimana menggunakan air, atau sabun seperti apa yang bagus. Untuk SMP ditingkatkan dengan bagaimana mengelola limbah dan SMA sudah menganalisis kandungan kimia limbah," katanya dilansir Antara.
Ia juga mengharapkan para guru pelajaran lingkungan ini rajin membaca ilmu pengetahuan tentang lingkungan dan kreatif mencari cara-cara mengajar yang menarik bagi para siswa.
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009
Thanks for reading Mendidik Berdasarkan Visi Lingkungan

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar