Chopper Heaven
Di tengah badai krisis ekonomi global, Arthur Stewart malah penuh percaya diri mendirikan usaha baru di kawasan wisata Jl Melasti 71X, Kuta. Pria blasteran Sunda-Belanda itu membuka usaha pusat busana dan aneka aksesoris khusus bagi penggemar motor gede (moge) chopper. Bisnis yang membidik pasar dengan segmen yang jelas meski terbatas adalah strategi bertahan di tengah resesi ekonomi.
Nama Chopper Heaven yang dipilih bukanlah nama baru. Stewart dan beberapa rekannya sukses mengelola rental motor besar beraliran chopper. Rental Chopper Bike yang dirintis tahun 2007 berkembang sukses. Penggemar moge chopper yang tinggi di Bali, menginspirasi Stewart mendirikan pusat busana, merchandise dan seni tato tubuh khas penggemar aliran chopper, hot rod maupun rockabilly.
“Saya melihat penggemar chopper terus meningkat, masih didominasi wisatawan asing sekitar 70 persen seperti Australia, Jepang dan Perancis. Sebagian lagi dari turis domestik yang berkunjung ke Bali,” ujarnya seraya menyebutkan relasi asing bisa sebelum datang ke Bali bisa kontak lewat website www.chopperheaven.net.
Aksesoris yang menyasar komunitas bikers chopper ini, menurut Stewart, pertama di Bali. Sebagai pemain tunggal tanpa competitor di pasar yang sama, Stewart yakin bisnis yang dikembangkannya akan maju. “Tempat ini saja (Chopper Heaven) masih dalam tahap renovsi, tetapi sudah ada tamu yang datang berbelanja. Ke depan, kami mempunyai rencana dan visi yang besar untuk menggarap pasar chopper lebih luas ke arah biker bar, kafe, dan manufaktur, yaitu produksi sendiri motor chopper dari produk lokal yang belum ada di Bali. Semua serba bikers,” urai pria kelahiran Bandung, 7-7-1977.
Menurut Stewart, built up motor chopper selama ini tumbuh pesat di Amerika, Eropa dan di Asia baru Thailand. Karena itu sebagai pemain baru, Stewart optimis bisnis yang kini dibangunnya bakal berkembang pesat. Apalagi usaha yang ditekuninya ini lahir dari hobi. Chopper Heaven sendiri mulai beroperasi awal tahun 2009 ini.
“Kami akan berusaha merangkul komunitas biker yang ada di sini selain relasi dari luar negeri. Saya sendiri bergabung dalam klub Brotherhood. Selain itu, harga yang kami tawarkan cukup terjangkau, tapi dengan kualitas produk yang bagus tentunya,” ungkap Assisten Vice President Bali Chopper.
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009
Di tengah badai krisis ekonomi global, Arthur Stewart malah penuh percaya diri mendirikan usaha baru di kawasan wisata Jl Melasti 71X, Kuta. Pria blasteran Sunda-Belanda itu membuka usaha pusat busana dan aneka aksesoris khusus bagi penggemar motor gede (moge) chopper. Bisnis yang membidik pasar dengan segmen yang jelas meski terbatas adalah strategi bertahan di tengah resesi ekonomi.
Nama Chopper Heaven yang dipilih bukanlah nama baru. Stewart dan beberapa rekannya sukses mengelola rental motor besar beraliran chopper. Rental Chopper Bike yang dirintis tahun 2007 berkembang sukses. Penggemar moge chopper yang tinggi di Bali, menginspirasi Stewart mendirikan pusat busana, merchandise dan seni tato tubuh khas penggemar aliran chopper, hot rod maupun rockabilly.
“Saya melihat penggemar chopper terus meningkat, masih didominasi wisatawan asing sekitar 70 persen seperti Australia, Jepang dan Perancis. Sebagian lagi dari turis domestik yang berkunjung ke Bali,” ujarnya seraya menyebutkan relasi asing bisa sebelum datang ke Bali bisa kontak lewat website www.chopperheaven.net.
Aksesoris yang menyasar komunitas bikers chopper ini, menurut Stewart, pertama di Bali. Sebagai pemain tunggal tanpa competitor di pasar yang sama, Stewart yakin bisnis yang dikembangkannya akan maju. “Tempat ini saja (Chopper Heaven) masih dalam tahap renovsi, tetapi sudah ada tamu yang datang berbelanja. Ke depan, kami mempunyai rencana dan visi yang besar untuk menggarap pasar chopper lebih luas ke arah biker bar, kafe, dan manufaktur, yaitu produksi sendiri motor chopper dari produk lokal yang belum ada di Bali. Semua serba bikers,” urai pria kelahiran Bandung, 7-7-1977.
Menurut Stewart, built up motor chopper selama ini tumbuh pesat di Amerika, Eropa dan di Asia baru Thailand. Karena itu sebagai pemain baru, Stewart optimis bisnis yang kini dibangunnya bakal berkembang pesat. Apalagi usaha yang ditekuninya ini lahir dari hobi. Chopper Heaven sendiri mulai beroperasi awal tahun 2009 ini.
“Kami akan berusaha merangkul komunitas biker yang ada di sini selain relasi dari luar negeri. Saya sendiri bergabung dalam klub Brotherhood. Selain itu, harga yang kami tawarkan cukup terjangkau, tapi dengan kualitas produk yang bagus tentunya,” ungkap Assisten Vice President Bali Chopper.
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009


0 komentar:
Posting Komentar