Luna Maya
Aktris dan presenter, Luna Maya mengungkapkan sebagai duta nasional untuk Program Penanggulangan Pangan (World Food Programme), hatinya sangat tersentuh sekaligus terinspirasi untuk berbuat sesuatu bagi anak-anak kurang gizi di Indonesia yang kini berjumlah 13 juta jiwa. ‘’Masa depan Indonesia ada di tangan anak-anak itu tapi bagaimana kalau mereka kekurangan pangan dan kekurangan gizi?,’’ ujar Luna di Jakarta, Rabu (14/1).
Sebagai duta nasional WFP, ia sering ke berbagai daerah menjumpai anak-anak yang kurang gizi. Dari pertemuan itu ia ingin memberikan sumbangan tenaga untuk menyelamatkan dan memberi harapan hidup buat mereka. ‘’Mereka, anak-anak itu yang menggerakkan hati saya untuk aktif di WFP dan terus-menerus berupaya mengajak banyak orang menyumbang,’’ katanya.
Berperan sebagai duta nasional WFP bukan hal mudah. Ia menemui kendala di antaranya banyak orang yang belum mengetahui cara dapat menolong anak-anak dan kemana harus menyumbang dana. ‘’Padahal sebenarnya banyak cara kok yang bisa kita lakukan dan kalau setiap orang mau menyisihkan sedikit saja penghasilan untuk disumbangkan melalui organisasi yang bekerja sama dengan WFP atau ke WFP secara langsung. Jika demikian, maka kelak tidak ada lagi anak-anak yang kekurangan gizi,’’ katanya.
Saat ini WFP bekerja sama dengan banyak organisasi untuk menggalang dana. Tahun ini dibutuhkan sekitar Rp 1 miliar untuk pemenuhan gizi anak-anak. Biaya pangan untuk satu anak yang kekurangan gizi sesuai catatan WFP terkini, Rp 250 ribu per tahun. ‘’Saya mengajak semua pihak terutama orang-orang kaya di negeri ini untuk menyumbangkan dananya bagi anak-anak. Mereka harus ditolong demi masa depan bangsa ini,’’ ujarnya.
Koran Pak Oles/Edisi 167/16-31 Januari 2009
Aktris dan presenter, Luna Maya mengungkapkan sebagai duta nasional untuk Program Penanggulangan Pangan (World Food Programme), hatinya sangat tersentuh sekaligus terinspirasi untuk berbuat sesuatu bagi anak-anak kurang gizi di Indonesia yang kini berjumlah 13 juta jiwa. ‘’Masa depan Indonesia ada di tangan anak-anak itu tapi bagaimana kalau mereka kekurangan pangan dan kekurangan gizi?,’’ ujar Luna di Jakarta, Rabu (14/1).
Sebagai duta nasional WFP, ia sering ke berbagai daerah menjumpai anak-anak yang kurang gizi. Dari pertemuan itu ia ingin memberikan sumbangan tenaga untuk menyelamatkan dan memberi harapan hidup buat mereka. ‘’Mereka, anak-anak itu yang menggerakkan hati saya untuk aktif di WFP dan terus-menerus berupaya mengajak banyak orang menyumbang,’’ katanya.
Berperan sebagai duta nasional WFP bukan hal mudah. Ia menemui kendala di antaranya banyak orang yang belum mengetahui cara dapat menolong anak-anak dan kemana harus menyumbang dana. ‘’Padahal sebenarnya banyak cara kok yang bisa kita lakukan dan kalau setiap orang mau menyisihkan sedikit saja penghasilan untuk disumbangkan melalui organisasi yang bekerja sama dengan WFP atau ke WFP secara langsung. Jika demikian, maka kelak tidak ada lagi anak-anak yang kekurangan gizi,’’ katanya.
Saat ini WFP bekerja sama dengan banyak organisasi untuk menggalang dana. Tahun ini dibutuhkan sekitar Rp 1 miliar untuk pemenuhan gizi anak-anak. Biaya pangan untuk satu anak yang kekurangan gizi sesuai catatan WFP terkini, Rp 250 ribu per tahun. ‘’Saya mengajak semua pihak terutama orang-orang kaya di negeri ini untuk menyumbangkan dananya bagi anak-anak. Mereka harus ditolong demi masa depan bangsa ini,’’ ujarnya.
Koran Pak Oles/Edisi 167/16-31 Januari 2009


0 komentar:
Posting Komentar