Home » » Guru Profesional Adalah Seorang Jurnalis

Guru Profesional Adalah Seorang Jurnalis

Kompetensi komunikatif bersastra harus dipenuhi seorang guru pengajar sastra Indonesia karena hal itu merupakan salah satu nilai dalam kompetensi profesional seorang guru dalam bidangnya.
Dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan (Unimed), Antilan Purba Mpd, di Medan, Minggu, mengatakan, kompetensi komunikatif bersastra Indonesia adalah kemampuan dalam penguasaan secara mendalam tentang sastra dan apresiasi sastra, baik secara reseptif maupun produktif dalam komunikasi sastra.
Berdasarkan Permendiknas No.16 tahun 2007 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru, maka kompetensi profesional guru sastra Indonesia mulai tingkat Sekolah Dasar hingga SMA adalah memahami segala teori pengajaran sastra dan mampu mengaprisiasi karya sastra secara luas dan mendalam.
"Jadi seorang guru sastra Indonesia itu harus memiliki kemampuan menguasai semua materi pembelajaran tentang sastra Indonesia secara luas dan mendalam yang memungkinkannya dalam membimbing peserta didik untuk memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar nasional pendidikan,"katanya.
Untuk memenuhi standar keprofesionalannya itu, guru sastra Indonesia juga dituntut untuk menghargai dan mencintai hasil karya sastra yang ditandai dengan gemar membicarakan dan mendengarkan karya sastra baik yang dibacakan orang lain atau yang didengar.
Selain itu, guru sastra Indonesia juga harus gemar mengumpulkan ulasan-ulasan tentang sastra, gemar mengikuti pembicaraan dan diskusi tentang sastra, serta gemar mengikuti perlombaan yang berkaitan dengan cipta karya sastra.
Guru Bahasa Indonesia
Sementara Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan (Unimed), Prof. Dr. Khairil Ansari, mengatakan, tidak semua orang dapat menjadi guru Bahasa Indonesia dan hanya mereka yang memang khusus telah bersekolah untuk menjadi guru yang dapat menjadi guru Bahasa Indonesia yang profesional.
Ia mengatakan, guru Bahasa Indonesia yang baik adalah guru yang mampu berperan sebagai fasilitator, motifator dan inspirator bagi anak didiknya. Guru juga harus mampu membangun prilaku siswa dalam menggali dan mengkaji ilmu pengetahun terutama yang berhubungan dengan perkembangan Bahasa Indonesia.
"Prilaku siswa akan tumbuh dan berkembang jika guru mampu menfasilitasi belajar siswa, mendorong kemampuan siswa, mendorong belajar siswa dan mampu memberi teladan dalam pembelajaran," katanya dikutip Antara.
Selain itu, kata dia, guru yang baik adalah guru yang mampu menguasai metodologi pembelajaran. Guru harus mempu memahami tujuan pembelajaran, mampu merencanakan dan mengelola pembelajaran serta menerapkan berbagai metodologi pembelajaran yang menyenangkan dan kreatif berdasarkan kecerdasan siswanya.
Pada bagian lain, ia mengatakan, guru yang profesional adalah guru yang memahami dan dapat menerjemahkan kehidupan masyarakat dalam pembelajaran di sekolah sehingga siswa dapat merasakan manfaat dan makna belajar.
Selain itu, guru yang profesional adalah juga seorang jurnalis, artinya guru harus mampu membuat catatan-catatan perkembangan siswa dalam belajar. Guru profesional juga harus memiliki wawasan iptek yang luas, minimal memahami berbagai perkembangan dunia informasi yang memiliki dampak luas dalam dunia pendidikan. "Guru Bahasa Indonesia yang profesional harus senantiasa belajar untuk mengikuti perkembangan pendidikan kebahasaan dan kesastraan agar tetap menjadi teladan bagi siswanya," katanya.
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009
Thanks for reading Guru Profesional Adalah Seorang Jurnalis

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar