Home » » Pemimpin Gelembung Sabun

Pemimpin Gelembung Sabun

Dalam sebuah refleksi Joglosemar mengungkap adanya fenomena pemimpin model gelembung sabun yang mewabah di Indonesia. Sekarang ini, orang menganggap enteng untuk menjadi pemimpin. Maka, beramai-ramailah mereka berebut jadi pemimpin lewat pemilu, pilkada maupun caleg. Mereka menganggap menjadi pemimpin bisa serba cepat. Punya duit, bisa maju pemilu, pilkada atau caleg, jadilah pemimpin.
Serba cepat, dan serba gampang ini menyerupai gelembung sabun yang cepat membesar tetapi tak berisi. Gelembung itu membuat orang tertarik tetapi sesungguhnya kosong melompong, hampa dan semu. Namanya juga gelembung sabun, ia terus membesar, tetapi cepat atau lambat, akan meletus atau mengempis. Saat itulah diketahui kesemuannya sekaligus “kosong melompong” tadi.
Celakanya saat mengempis tadi, publik terlanjur terkecoh. Iklan politik bertubi-tubi, politik pencitraan yang direkayasa apik, sampai money politics hakikatnya membangun gelembung sabun itu. Orangpun takjub berlari-lari mengikuti gelembung sabun itu. Ia meliuk-liuk bermanuver mengikuti arah angin. Sampai meletus dan orangpun kecewa.
Pemimpin model gelembung sabun ini tentu jauh dari sosok beretika maupun berkarakter. Di sini yang dominan adalah pragmatisme politik. Jangan kaget jika dewasa ini pragmatisme politik bukan lagi gejala sesaat, tetapi sudah mengakar di kalangan elite politik.
(Komentar: Rosi Sugiarto, Pondok TK Al Firdaus BSB Jatisari Mijen, Semarang)
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009

Thanks for reading Pemimpin Gelembung Sabun

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar