Home » » Tantangan Pariwisata Bali 2009

Tantangan Pariwisata Bali 2009

Membuat Turis Kembali Berkunjung
Derah tujuan wisata Pulau Bali perlu lebih menekankan peningkatan kualitas produk, mengingat tingkat pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) semakin terbatas. "Era `construction boom` pariwisata Bali kelihatannya sudah berakhir, sehingga ke depan harus dipikirkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan," kata Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Udayana Prof Dr I Nyoman Erawan kepada Antara.
Kunjungan wisman dalam tahun 2007 tercatat 1,7 juta atau 31,64 persen dari total touris ke Indonesia sebanyak 5,5 juta. Kunjungan tersebut dalam tahun 2008 hanya meningkat sedikit dibanding tahun sebelumnya. Demikian pula dari kunjungan tahun 2003 hingga 2006 persentase peningkatannya relatif kecil. Tahun 2003 kunjungan wisman ke Bali tercatat satu juta, 2004 meningkat menjadi 1,5 juta, 2005 1,4 juta dan 2006 1,3 juta orang.
Erawan menjelaskan, proyeksi kunjungan wisman ke Bali dalam tahun 2008 diasumsikan 1,7 juta orang, meningkat menjadi 1,8 juta pada tahun 2009 dan tahun 2010 jadi 1,9 juta, tahun 2011 dua juta, 2012 sebanyak 2,1 juta dan 2013 diharapkan mencapai 2,2 juta pelancong.
Adanya upaya meningkatkan kualitas produksi pariwisata Bali diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, meskipun mereka sudah sering kali berliburan di Pulau Dewata.
Perekonomian Bali yang digerakkan oleh industri pariwisata telah mampu mengubah dengan cepat struktur ekonomi dari agraris ke sektor jasa. "Peran sektor tersier sangat dominan, yakni mencapai 63,03 persen dan kesempatan kerja 42,01 persen," katanya.
Tahun 1971 ketika sektor pariwisata mulai dirintis sektor primer menyumbangkan 59,07%, sekunder 7,57% dan tersier 33,36% terhadap produk domestik regional bruto (PDRB). Namun dalam perkembangan kini PDRB Bali andil terbesar dari sektor tersier yakni 63,03%n atau meningkat hampir dua kali lipat, menyusul sektor sekunder 14,81% dan sektor primer 22,16%, ujar Erawan yang dikutip Antara.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Gede Nurjaya berharap kemajuan sektor pariwisata Bali bisa diikuti oleh sektor primer lainnya, seperti pertanian yang selama ini menjadi sektor primer. "Kita melihat ada potensi yang bisa dialihkan antara sektor pariwisata dengan sektor pertanian. Langkah itu akan berjalan bila semua masyarakat bergerak kearah itu," katanya.
Sektor pertanian diharapkan bisa berjalan seiring dengan kemajuan sektor pariwisata yang kini terus mengalami peningkatan signifikan. "Sektor pertanian harusnya bisa memanfaatkan potensi sektor pariwisata yang kini terus mengalami perkembangan pesat," kata Nurjaya.
Karena meningkatnya sektor pariwisata tentu saja akan meningkatkan konsumsi produk pertanian. Kondisi paradoks sektor pertanian saat ini secara bertahap harus mulai di hilangkan.
Berdasarkan data World Tourism Organization (WTO) memperkirakan jumlah kunjungan wisatawan internasional pada tahun 2010 mencapai angka 1,048 miliar orang. Pada tahun 2020 jumlah ini akan meningkat menjadi 1,602 miliar orang.
Dari jumlah tersebut 231 juta dan 438 juta akan berada di kawasan Asia Timur dan Asia Pasifik. WTO juga memperkirakan pendapatan dari sektor pariwisata tahun 2020 mencapai 2 triliun dolar AS atau Rp12.000 triliun.
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009
Thanks for reading Tantangan Pariwisata Bali 2009

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar